Emas Naik untuk Hari Kelima pada Kemenangan Berturut Terpanjang Tahun ini

Bloomberg (22/4) – Emas naik untuk hari kelima dalam reli terpanjangnya tahun ini seiring dengan penurunan terbesarnya dalam tiga dekade yang telah mendongkrak pembelian terhadap fisik emas.

Volume untuk kontrak emas tunai acuan Shanghai Gold Exchange pada hari Senin ini telah melebihi sebanyak 43,000 kg (43 metrik ton) untuk pertama kalinya, berdasarkan data pada website bursa, sementara Mint A.S telah menjual sebanyak 167,500 ons koin emas sepanjang bulan April, yang dibandingkan dengan sebanyak 62,000 ons yang terjual disepanjang bulan Maret, berdasarkan data Bloomberg.

Emas untuk pengiriman segera naik sebanyak 1.3% menuju level $1,422.56  pada jam 9:23  pagi di London, hari kelima terhadap gain akan menjadi jalannya yang terpanjang sejak tanggal 27 Desember, sementara bullion untuk pengiriman dibulan Juni naik sebanyak 1.9% menuju ke level $1,422 per ons pada Comex, yang gain untuk hari ketiganya.


Volume emas berjangka pada Comex sebanyak 83% lebih tinggi dari rata-rata 100 hari pada kali ini dihari ini, dan volume perak yang berada dilevel 137% lebih tinggi, dengan bullion yang berada diposisi 8.9% berada dibawah level penutupannyam yang sebesar $1,561.45 pada tanggal 11 April, sebelum terjadinya penurunan sebanyak 14 persen selama dua hari hingga tanggal 15 April yang lalu, yang merupakan kemerosotan yang paling terburuk sejak tahun 1983, sementara emas turun sebanyak 15% ditahun 2013 setelah naik sebanyak enam kali lipat dalam reli selama 12 tahun hingga tahun lalu.

Para Fund Manager dan para spekulator lainnya meningkatkan posisi laba bersih jangka panjang terhadap emas sebanyak 9.8% hingga sampai 61,579 kontrak berjangka dan opsi diminggu tersebut yang berakhir ditanggal 16 April yang lalu berdasarkan data Commodity Futures Trading Commission, bullion yang dimiliki dalam produk exchange-traded telah menurun hingga 14 hari menuju level 2,340.618 metrik ton pada tanggal 19 April pekan lalu merupakan yang paling sedikit sejak bulan November tahun 2011.

Sedangakan society Chinese Gold & Silver Exchange di Hong Kong yang merupakan bursa bullion berumur satu abad, hampir kehabisan emas fisik dan sebagian besar anggotanya kekurangan logam tersebut, berdasarkan ketua exchange Haywood Cheung, sementara pengiriman dari Switzerland dan London akan tiba di Hong Kong pada sekitar tanggal 24 April nanti, pada interview di TV Bloomberg pada tanggal 19 April pekan lalu.

Di India, Impor emas dapat melompat sebanyak 36% dalam tiga bulan hingga bulan Juni dibandingkan dengan setahun sebelumnya, seiring dengan para konsumen yang berebut untuk membeli perhiasan dan koin setelah harga-harga turun, menurut Asosiasi Bullion di Bombay pada tanggal 18 April pekan lalu,  India dan China adalah konsumen terbesar emas didunia.(tito)