Negosiasi Dagang Mulus, Bursa Saham Asia Tancap Gas!

PT KP PRESS - Bursa saham utama kawasan Asia kompak mengawali perdagangan hari ini, Jumat (11/10/2019), di zona hijau. Pada pembukaan perdagangan, indeks Nikkei naik 0,92%, indeks Shanghai menguat 0,24%, indeks Hang Seng melejit 1,08%, indeks Straits Times terapresiasi 0,48%, dan indeks Kospi bertambah 0,98%.

KONTAK PERKASA FUTURES - Perkembangan yang oke dari gelaran negosiasi dagang AS-China menjadi faktor yang memantik aksi beli di bursa saham Benua Kuning. Untuk diketahui, kemarin (10/10/2019) waktu setempat AS dan China mulai menggelar negosiasi dagang tingkat tinggi di Washington.

PT KONTAK PERKASA - Dalam negosiasi tingkat tinggi ini, delegasi China dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Liu He, sementara delegasi AS dikomandoi oleh Kepala Kepala Perwakilan Dagang Robert Lighthizer. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin ikut berpartisipasi dalam delegasi yang dipimpin oleh Lighthizer.

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Pasca negosiasi di hari Kamis selesai digelar, Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa negosiasi dengan China berlangsung dengan sangat baik dan dialog akan dilanjutkan pada hari ini. Selain itu, Trump juga diketahui akan bertemu dengan Liu He di Gedung Putih.

Perkembangan tersebut jelas memberikan kelegaan bagi pelaku pasar. Pasalnya, sebelumnya banyak beredar pemberitaan negatif terkait negosiasi dagang AS-China sehingga membuat pelaku pasar khawatir bahwa perang dagang justru akan tereskalasi pasca negosiasi selesai digelar.

Pemberitaan dari South China Morning Post (SCMP) menyebutkan bahwa AS dan China tak menghasilkan perkembangan apapun kala perbincangan tingkat deputi digelar pada awal pekan ini.

SCMP kemudian menyebut bahwa delelegasi pimpinan Liu He hanya akan menggelar negosiasi dagang tingkat tinggi dengan delegasi AS selama satu hari dan akan kembali ke Beijing pada hari Kamis.

Masalah transfer teknologi secara paksa yang ditolak untuk dirundingkan oleh pihak China menjadi dasar dari mandeknya perbincangan antar kedua negara, seperti dilaporkan oleh SCMP.

Lebih lanjut, seorang sumber yang terlibat dalam negosiasi dagang AS-China mengatakan kepada CNBC International bahwa jadwal negosiasi dagang tingkat tinggi kini sudah menjadi tidak jelas, dengan negosiasi pada hari Jumat menjadi sebuah pertanyaan.

Menurut sumber tersebut, salah satu skenario yang bisa terjadi adalah Wakil Menteri Keuangan China Liao Min tetap tinggal di Washington guna melanjutkan negosiasi, sementara Liu He bertolak ke China terlebih dulu. Opsi lainnya adalah negosiasi tingkat tinggi diakhiri pada hari Kamis.

Rilis data ekonomi AS yang mengecewakan ikut menjadi faktor yang memantik aksi beli di bursa saham Asia. Kemarin, tingkat inflasi AS periode September 2019 diumumkan di level 0% secara bulanan alias tak ada inflasi. Capaian tersebut berada di bawah konsensus yang memperkirakan adanya inflasi sebesar 0,1%, seperti dilansir dari Forex Factory.

Dengan inflasi yang masih landai, praktis ekspektasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan memangkas tingkat suku bunga acuan pada akhir bulan ini menjadi membuncah.

Source : kontan.co.id